Kenaikan Suku Bunga 2 Bank Sentral Bisa Menekan Aset Berisiko, Berikut Ramalan IHSG Pekan Ini

1 week ago 36

loading...

IHSG pekan ini diproyeksikan akan sangat dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan moneter dari dua bank sentral utama dunia. Foto/Dok

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pekan ini diproyeksikan bakal menghadapi pergerakan dengan katalis yang cenderung variatif (mixed) pada perdagangan pekan 14-18 September 2026. Arah pergerakan indeks domestik akan sangat dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan moneter dari dua bank sentral utama dunia, yakni The Fed dan Bank of Japan (BoJ).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menjelaskan, bahwa konsensus pasar memproyeksikan Bank Sentral AS (The Fed) akan mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin akibat kenaikan inflasi, sementara BoJ diperkirakan turut menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%.

"Kenaikan suku bunga kedua bank sentral berpotensi menekan appetite terhadap aset berisiko, terutama apabila komunikasi keduanya lebih hawkish dari ekspektasi," ujar Imam dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: IHSG Sepekan Ambruk 1,43%, Kapitalisasi Pasar Tergerus Jadi Rp11.446 Triliun

Secara analisis teknikal, Imam menerangkan bahwa IHSG memang mengalami pelemahan jangka pendek setelah ditutup di bawah MA20 di sekitar 6.623. Namun, kondisi tersebut belum mengonfirmasi pembalikan arah menjadi bearish.

Pada pekan 7-11 September 2026 lalu, IHSG ditutup di level 6.541,37 atau terkoreksi -1,43% secara mingguan akibat kombinasi aksi ambil untung (profit taking) dan meningkatnya ketidakpastian global.

Read Entire Article
Prestasi | | | |