loading...
Berhenti merokok menjadi tantangan berat. Foto: Istimewa
JAKARTA - Memutuskan untuk berhenti merokok sering kali menjadi tantangan besar bagi banyak orang. Tidak sedikit yang berkali-kali mencoba, namun berujung pada kegagalan.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Mario Johan dalam unggahan video di akun instagramnya mengungkapkan bahwa kesulitan tersebut terjadi bukan semata-mata karena kurangnya niat atau tekad seseorang, melainkan karena pola refleks yang sudah terpatri kuat di dalam otak.
Ia menjelaskan bagaimana kebiasaan merokok telah terikat erat dengan berbagai rutinitas harian, sehingga memicu keinginan merokok secara otomatis saat momen-momen tertentu tiba.
Baca Juga : Metode THR Dinilai Mampu Menurunkan Angka Perokok di Indonesia
"Ini ya guys, kalau lu berkali-kali gagal berhenti merokok itu bukan selalu karena lu lemah. Masalahnya otak kamu itu udah bikin pola. Habis makan, merokok, lagi stres merokok, minum kopi merokok. Jadi pas stop, itu muncul yang namanya craving secara otomatis," kata dr. Mario, dikutip Minggu (2/8/2026).
Ia menambahkan bahwa kesalahan umum yang sering dilakukan masyarakat adalah mencoba berhenti secara mendadak hanya dengan mengandalkan keinginan keras.


















































