Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

2 hours ago 8

loading...

Ketua Umum Perbanas yang juga Direktur Utama BRI, Hery Gunardi dalam forum CFO Perbanas di Jakarta, Jumat (6/3/2026). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Industri perbankan Indonesia dinilai tetap menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks. Namun demikian, sejumlah strategi antisipatif perlu dipersiapkan guna menjaga stabilitas sektor keuangan serta keberlanjutan pertumbuhan ke depan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Perbanas yang juga Direktur Utama BRI, Hery Gunardi dalam forum CFO Perbanas bertema "Driving Acceleration with Accountability" yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan dan Pengendalian Kualitas OJK Deden Firman Hendarsyah, Ketua Dewan Kehormatan Perbanas Agus Martowardojo, serta Ketua Badan Pengawas Perbanas Kartika Wirjoatmodjo.

Baca Juga: Transformasi BRIVolution Reignite Perkuat Sumber Pertumbuhan Baru, Laba Anak Usaha BRI Rp10,38 T

Dalam paparannya, Hery Gunardi menjelaskan bahwa fundamental industri perbankan nasional hingga awal 2026 masih berada pada level yang solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit per Januari 2026 yang mencapai 9,96% secara tahunan (YoY), meningkat dibandingkan posisi 2025 yang berada di kisaran 9,63% YoY.

Pada saat yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,8% (YoY). Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) juga masih terjaga di kisaran 2,14%. Sementara itu, ketahanan permodalan industri perbankan pun tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sekitar 25,9%.

Read Entire Article
Prestasi | | | |