Kiamat EV Mewah 2026: Mercedes Obral Diskon Rp850 Juta, Lamborghini Menyerah

7 hours ago 5

loading...

Mercedes-Maybach EQS dan Lamborghini Lanzador bertenaga listrik yang kini hanya menjadi fosil di etalase diler. Foto: ist

ITALIA - Di atas kertas, masa depan otomotif adalah listrik. Namun di diler-diler mewah tahun ini, realitanya adalah mimpi buruk: diskon besar, dan langkah putus asa.

Pabrikan otomotif raksasa kini terbentur realita. Memaksa kaum berduit untuk menebus kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang mudah usang secara teknologi adalah sebuah bunuh diri bisnis massal.

Mercedes-Benz terpaksa menelan gengsi dengan membagikan insentif diler senilai USD25.000 (Rp425 juta) untuk mengobral Mercedes-Maybach EQS edisi 2026 yang sejatinya dibanderol mewah mulai dari USD90.000 (Rp1,53 miliar).

Tragedi lebih mengenaskan mencengkeram model tahun 2025 yang dipangkas harga hingga USD50.000 (Rp850 juta).

Model tangguh G 580 with EQ Technology bernasib sama; mobil seharga USD164.000 (Rp2,78 miliar) itu disiram diskon USD10.000 (Rp170 juta), melipatgandakan potongan USD5.000 (Rp85 juta) yang baru berjalan beberapa bulan sebelumnya.

Pembeli G-Class diminta membayar ekstra USD14.000 (Rp238 juta) untuk varian listrik, namun hanya mendapat jarak tempuh 239 mil (380 km), hancur lebur dibandingkan versi bensin yang mampu melibas 500 mil (800 km).

Read Entire Article
Prestasi | | | |