loading...
Korban kekerasan seksual (ANW) yang diduga dilakukan Betrand Peto bersama pengacara memberikan keterangan kronologi kejadian. Foto: Ravie Mulia Wardani
JAKARTA - Kondisi psikologis ANW (26), perempuan yang melaporkan Betrand Peto (BP) atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual di Polda Meteo Jaya, dikabarkan kian memprihatinkan. Pasalnya, ia mengalami guncangan mental hebat usai data pribadinya disebarluaskan (doxing) di media sosial.
Kuasa hukum korban, Deki Patria, mengungkapkan bahwa kliennya kini menjadi target serangan akun-akun anonim di jagat maya setelah kasus tersebut mencuat ke publik.
"Kondisi klien ini sangat memprihatinkan, yang di mana dia notabenenya merupakan korban. Nah, sekarang sudah diserang oleh beberapa akun-akun yang sifatnya anonim, termasuk sudah dibagikan identitasnya, seperti tempat dia bekerja, kemudian alamat di mana dia tinggal," ujar Deki Patria saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan belum lama ini.
Baca Juga : Bantah Pelecehan, Kuasa Hukum Korban Sindir Betrand Peto : Habis Minum Apa?
Serangan tersebut membuat korban dilanda ketakutan hingga tak berani berinteraksi ke luar rumah. Puncaknya, tekanan batin yang mendalam sempat membuat korban berpikir nekat untuk mengakhiri hidupnya.


















































