loading...
Liga Arab klaim ledakan baru akan terjadi jika situasi Palestina tak berubah. Foto/X
GAZA - Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Fahmy, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ia memperkirakan akan terjadi "ledakan baru" di kawasan tersebut jika situasi di wilayah Palestina yang diduduki tidak berubah.
Ia mengatakan bahwa sebelum serangan Oktober 2023, Israel sudah menyadari bahwa situasi tersebut pasti akan mengarah pada suatu ledakan.
Ia menyebutkan bahwa pelanggaran Israel terhadap "gencatan senjata" menghambat pelaksanaannya, sementara "pihak Palestina berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata Gaza".
Fahmy menyatakan keyakinannya bahwa situasi saat ini membuat penerapan solusi dua negara menjadi "lebih sulit dibandingkan sebelumnya".
AS menengahi kesepakatan "gencatan senjata" antara Israel dan Hamas pada Oktober 2025, namun Israel telah menewaskan sedikitnya 1.369 warga Palestina sejak saat itu.
Fahmy mengatakan bahwa krisis di Lebanon tidak terbatas pada Hizbullah saja, melainkan juga mencakup berlanjutnya pendudukan oleh Israel.


















































