loading...
Keputusan Liverpool melepas Mohamed Salah pada akhir musim 2025/2026 tak hanya berdampak secara teknis, tetapi juga finansial. Klub asal Merseyside itu dipastikan kehilangan potensi pemasukan besar karena sang bintang hengkang dengan status bebas transfer.
Padahal, nilai pasar Salah masih tergolong tinggi. Beberapa tahun lalu, Liverpool bahkan sempat menolak tawaran fantastis sekitar 150 juta poundsterling atau setara Rp3,4 triliun dari klub Arab Saudi, Al-Ittihad. Kini, keputusan melepasnya secara gratis jelas menjadi risiko finansial yang cukup besar.
Langkah ini disebut bukan semata soal bisnis, melainkan juga bagian dari strategi menjaga keseimbangan tim. Liverpool tengah memasuki fase peremajaan skuad, sehingga manajemen memilih mengakhiri era Salah dengan cara yang lebih “tenang” tanpa gejolak di ruang ganti.
Meski demikian, masa depan Salah masih menjadi tanda tanya. Klub-klub dari Arab Saudi disebut masih memantau situasinya, tetapi belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan hingga saat ini.
Dalam pesan perpisahannya, Salah mengungkapkan bahwa keputusan meninggalkan Anfield bukan hal mudah. Ia juga berterima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan oleh para penggemar.
Kepergian Salah sekaligus menandai berakhirnya satu era penting di Liverpool, mengingat kontribusinya yang luar biasa sejak bergabung pada 2017.
(sto)


















































