loading...
Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 penumpang, terbalik saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin di perairan Laut Jawa. Foto/Istimewa
JAKARTA - Rentetan kecelakaan laut yang menelan korban jiwa menjadi perhatian bagi keselamatan pelayaran. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap kondisi cuaca, arus laut , serta regulasi keselamatan sebelum kapal berlayar.
Hal itu disampaikan Daryono menyusul insiden hilang kontaknya Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 penumpang saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin di perairan Laut Jawa. Data sementara, dilaporkan 6 orang meninggal dunia.
"Banyaknya kecelakaan laut yang terjadi belakangan ini, terutama yang merenggut korban jiwa, menjadi teguran keras bagi seluruh pemangku kepentingan pelayaran," ungkap Daryono dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (14/9/2026).
Daryono mengatakan, satu hal penting yang harus dipahami bahwa keselamatan di laut tidak boleh diserahkan pada keberuntungan semata, melainkan harus dilandasi pemahaman sains oseanografi, meteorologi, serta regulasi baku keselamatan pelayaran.
"Sebelum melepas tali tambat dan mengolah gerak kapal keluar dari pelabuhan, setiap nakhoda wajib memahami dan mempersiapkan beberapa aspek mendasar terkait dinamika arus dan cuaca agar pelayaran dapat berlangsung aman hingga tiba di pelabuhan tujuan," ujarnya.
Baca Juga: Menhub Ungkap Kondisi Kapal KM Virgo Transport 8: Terbalik, Belum Tenggelam


















































