Menteri Israel Ungkap Rencana Yahudikan Negev dan Galilea Jelang Pemilu

12 hours ago 21

loading...

Pasukan keamanan Israel merobohkan bangunan dan masjid di desa Badui Umm al-Hiran—tempat dikeluarkannya perintah pengosongan dan pembongkaran demi pembangunan permukiman Israel—di wilayah Negev, pada 14 November 2024. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

TEL AVIV - Menteri Keuangan Israel dari sayap kanan jauh, Bezalel Smotrich, mengungkap rencana "meyahudikan" (mengubah menjadi kawasan Yahudi) wilayah Negev di Israel selatan dan Galilea di utara dengan mendatangkan 1 juta orang Yahudi ke kedua wilayah tersebut. Langkah ini menyusul apa yang ia sebut sebagai "revolusi permukiman" di Tepi Barat yang diduduki.

Smotrich, pemimpin partai sayap kanan jauh Zionisme Religius, memublikasikan rencana tersebut pada Kamis malam di situs web partai dengan judul "Ya. Meyahudikan!"

"Revolusi permukiman di Yudea dan Samaria akan merambah ke Negev dan Galilea," ujar Smotrich, menggunakan istilah Israel untuk menyebut Tepi Barat yang diduduki.

Ia mengatakan rencana tersebut bertujuan menerapkan "konsep tindakan" yang digunakan di Tepi Barat yang diduduki ke wilayah Negev dan Galilea.

Rencana itu mencakup pendirian 20 permukiman baru di Galilea dan 20 lainnya di Negev, serta pembangunan puluhan pertanian dan langkah-langkah untuk memfasilitasi migrasi ke wilayah-wilayah yang ia sebut "strategis," dengan tujuan mendatangkan tambahan 1 juta penduduk Yahudi ke kedua kawasan tersebut.

Smotrich menyatakan pemerintahannya akan berupaya "menghapus hambatan perencanaan yang menghalangi permukiman dan pembangunan," mengubah prioritas lembaga perencanaan, serta mengembalikan apa yang disebutnya sebagai "kepentingan Zionis dan nasional" ke pusat kebijakan pertanahan.

Rencana ini merupakan bagian dari kampanye menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober.

Read Entire Article
Prestasi | | | |