Muktamar ke-35 NU, Arwani Thomafi: Lima Mutiara Jadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat

1 day ago 29

loading...

Pengasuh Pondok Pesantren Alhamidiyah, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Arwani Thomafi menyebut lima mutiara jadi pedoman berkhidmah pada Muktamar ke-35 NU. Foto/SIndoNews

JOMBANG - Khidmah di Nahdlatul Ulama (NU) perlu terus bertumpu pada nilai-nilai yang menjaga ketulusan pengabdian, keseimbangan dalam bersikap, serta memperluas manfaat bagi umat dan bangsa. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting agar perjalanan ber-NU senantiasa berorientasi pada kemaslahatan dan persatuan.

Pesan tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Alhamidiyah, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Arwani Thomafi, dalam diskusi bertema “Ber-NU untuk Kemaslahatan Umat” yang digelar di Arena Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur. Hadir juga Komisaris Utama PT ASDP Achmad Baidowi, Direktur Hubungan Kelembagaan – PTPN IV Arya Sandiyudha dan akademisi UNU Surabaya Mustafa.

Menurutnya, berkhidmah di NU merupakan bagian dari ikhtiar pengabdian yang memiliki dimensi keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Baca juga: Muktamar ke-35 NU: Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Digelar Hari Ini

Arwani yang juga Mustasyar PWNU DKI Jakarta, mengatakan terdapat lima mutiara atau Madarij al-Khidmah dalam ber-NU yang penting untuk terus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kelima nilai tersebut meliputi keikhlasan dalam pengabdian, menjadikan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai pedoman dalam beramal, menempatkan ulama sebagai pembimbing umat, menjaga ukhuwah, serta memperkuat semangat nasionalisme atau hubbul wathon.

Read Entire Article
Prestasi | | | |