loading...
NATO memutuskan akan meningkatkan kehadiran militernya di sekitar Greenland setelah Presiden AS Donald Trump berupaya mencaplok pulau tersebut. Foto/Lance. Cpl. Christian Salazar/US Marine Corps
BRUSSELS - NATO atau Organisasi Pakta Atlantik Utara sedang bersiap untuk meningkatkan kehadiran militer mereka di Arktik di sekitar Greenland. Demikian diumumkan juru bicara blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut, Martin O’Donnell.
Langkah aliansi ini dilaporkan sebagai respons terhadap upaya Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok wilayah otonom Denmark tersebut, yang menurut Trump terancam oleh Rusia dan China.
Rusia tetap berpendapat bahwa mereka tidak memiliki kepentingan dalam perselisihan mengenai Greenland, tetapi menekankan bahwa mereka akan mempertahankan kepentingannya di Arktik yang lebih luas.
Baca Juga: Kemampuan NATO untuk Melawan Rusia Runtuh Gara-gara Trump
“Pekerjaan perencanaan sedang berlangsung untuk peningkatan aktivitas NATO dengan nama ‘Arctic Sentry’,” kata O’Donnell. Menurutnya, pasukan aliansi akan melakukan latihan perang di kawasan tersebut.
"Latihan ini akan lebih memperkuat postur NATO di Arktik dan Kutub Utara,” katanya, tanpa merinci jumlah tentara aliansi yang akan dikerahkan.
Mengutip laporan Der Spiegel, Kamis (5/2/2026), ide misi tersebut muncul sebagai cara untuk menenangkan Trump setelah klaimnya bahwa Rusia dan China dapat merebut pulau terbesar di dunia itu.
Baik Moskow maupun Beijing telah menolak tuduhan tersebut, di mana China berpendapat bahwa AS hanya menggunakan klaim semacam itu sebagai dalih untuk peningkatan kekuatan militer di Arktik.


















































