Negara-negara Eropa Ketar-ketir, Macron Akui Serangan Hibrida Rusia Makin Intensif

2 days ago 41

loading...

Negara-negara Eropa ketar-ketir, Presiden Prancis Macron akui serangan hibrida Rusia makin intensif. Foto/X/@RaheelMinhas11

LONDON - Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa ancaman serangan hibrida oleh Rusia terhadap Eropa dan Prancis telah meningkat.

Dalam konferensi pers di Istana Elysee, Macron mengatakan ia telah memerintahkan penyusunan rencana untuk melindungi infrastruktur penting dan fasilitas industri pertahanan dalam menghadapi ancaman ini.

Ia menyatakan bahwa Prancis telah menjadi sasaran serangan hibrida Rusia dalam beberapa minggu terakhir, dan hal ini tidak akan dibiarkan "tanpa tanggapan".

Semakin banyak pemimpin Eropa memperingatkan bahwa Rusia mungkin sedang mempersiapkan serangan untuk menguji komitmen mereka dalam mendukung Ukraina.

Perang hibrida atau serangan hibrida adalah istilah umum yang cenderung menggambarkan metode non-militer—seperti serangan siber, sabotase, atau penyebaran informasi keliru (disinformasi)—yang dirancang untuk memberikan tekanan dan menggoyahkan stabilitas lawan.

Tindakan ini sering kali dilakukan melalui pihak perantara (proxy), namun Rusia selalu membantah keterlibatannya dalam serangan semacam itu, meskipun bukti yang ada justru menunjukkan sebaliknya.

Presiden Prancis tersebut berbicara kepada para wartawan setelah bertemu dengan para pemimpin partai untuk membahas dampak keamanan dari perang di Timur Tengah dan Ukraina.

Macron menyinggung serangan pesawat nirawak bulan lalu di bandara Leipzig, Jerman—yang dituduhkan kepada Rusia—serta pernyataan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk yang mengindikasikan bahwa Rusia sedang merencanakan serangan drone dan rudal terhadap Polandia dan negara-negara lain di sayap timur NATO.

Read Entire Article
Prestasi | | | |