loading...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi pasukan militer di Jalur Gaza bagian utara pada 26 November 2023. Foto/Pemerintah Israel (GPO)/Anadolu Agency
JALUR GAZA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, saat mengunjungi pasukan Israel di Jalur Gaza, mengatakan militer tidak akan mundur dari wilayah yang saat ini mereka kuasai. Dia mengisyaratkan niat Israel memperluas kendali wilayahnya.
Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut saat meninjau posisi militer Israel di sepanjang "Garis Kuning," didampingi Kepala Staf Militer Eyal Zamir dan komandan Komando Selatan.
"Kami menguasai wilayah ini, dan kami tidak akan mundur. Kami akan tetap berada di garis ini," ujar Netanyahu.
Dia merujuk pada wilayah yang menurutnya mencakup sekitar 60 persen dari Jalur Gaza. Ia menambahkan kendali Israel akan diperluas lebih jauh.
"Garis Kuning" menandai batas wilayah penempatan militer Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025.
Netanyahu mengatakan tujuan Israel tetap berupa pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza secara menyeluruh.
"Kami melakukan segala upaya untuk mencapai tujuan kami melucuti senjata Hamas dan mendemiliterisasi Gaza," ujarnya.
Dia menjelaskan, "Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel. Tujuan ini sebagian besar telah tercapai, namun masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan."
Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu juga melakukan evaluasi keamanan di markas Divisi Gaza dan bertemu dengan anggota pasukan khusus Shin Bet yang terlibat dalam operasi penangkapan Mu’in Muhammad al-Arabid—sosok yang diidentifikasi Israel sebagai kepala aparat keamanan internal Hamas di Gaza.


















































