loading...
Rudal yang ditembakkan sistem pertahanan Patriot AS yang menyebabkan ledakan dahsyat di Bahrain, tapi drone Iran yang dituduh. Foto/John Hamilton/White Sands Missile Range Public Affairs
MANAMA - Ledakan dahsyat yang melukai 32 warga sipil di Bahrain awal bulan ini ternyata disebabkan oleh rudal yang ditembakkan sistem pertahanan Patriot Amerika Serikat (AS). Namun, saat itu, Komando Pusat (CENTCOM) Amerika menuduh insiden itu merupakan hasil dari serangan drone Iran.
Laporan dari Reuters, yang diterbitkan hari Senin, menepis tuduhan CENTCOM. Laporan tersebut mendukung klaim awal Iran tentang "false flag operations" atau "operasi bendera palsu" yang bertujuan untuk meningkatkan eskalasi.
Baca Juga: Kapal Induk Amerika USS Gerald R Ford Mundur dari Perang Iran, Balik ke Pangkalan Kreta
Menurut laporan tersebut, rudal pencegat yang ditembakkan dari sistem pertahanan udara Patriot AS telah menyebabkan ledakan pada 9 Maret di daerah Mahazza di pulau Sitra, Bahrain.
Ledakan tersebut melukai 32 warga sipil, termasuk anak-anak, di lingkungan perumahan dekat Manama. Pada saat itu, baik Bahrain maupun Amerika Serikat mengaitkan insiden tersebut dengan serangan pesawat tak berawak (drone) Iran.
CENTCOM kemudian menguatkan tuduhan itu. Namun pada akhirnya temuan menunjukkan sebaliknya.
Bahrain kemudian mengakui bahwa rudal dari sistem Patriot berperan dalam ledakan tersebut dan tidak memberikan bukti yang mendukung klaim sebelumnya bahwa drone Iran bertanggung jawab.
















































