Pakar Dorong MBG Bikin Terobosan Pilot Project di Kantong Kemiskinan

3 hours ago 2

loading...

Kepala BGN Sudaryono dinilai serius dalam membenahi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembenahan tersebut harus diikuti terobosan lebih mendasar. Foto/Dok.SindoNews

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dinilai serius dalam membenahi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembenahan tersebut harus diikuti terobosan yang lebih mendasar menyusul masih terjadinya kasus dugaan keracunan makanan.

Penilaian itu disampaikan oleh Komunikolog Dr Emrus Sihombing. Dia mengatakan kebijakan zero tolerance yang ditegaskan Sudaryono harus benar-benar diwujudkan dalam pelaksanaan MBG di lapangan. Menurut dia, kasus keracunan yang masih terjadi menunjukkan adanya persoalan dalam sistem penyediaan dan distribusi makanan yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Baca juga: BGN Setop Sementara Operasional MBG di Sebagian Wilayah Jabar Imbas Gunung Anak Krakatau

"Saya berpendapat kepala BGN yang baru sudah mulai bekerja maksimal. Tetapi sejalan dengan itu masih terus terjadi keracunan. Zero tolerance, setelah dilantik pun masih terjadi. Kenapa ini masih berlangsung?" kata Emrus di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Ia menyarankan Sudaryono mempertimbangkan moratorium sementara pelaksanaan MBG di wilayah tertentu untuk membangun dan menguji sistem yang lebih aman sebelum program kembali dijalankan secara penuh. Menurut Emrus, moratorium tersebut tidak harus berlaku secara nasional.

Pemerintah dapat melakukan pilot project selama sekitar tiga hingga enam bulan di wilayah dengan karakteristik tertentu, seperti kantong kemiskinan, daerah terpencil, tertinggal, terluar, maupun wilayah perbatasan.

Baca juga: 504 Dapur MBG Ditutup Permanen, Kepala BGN: Sanitasi dan Higienisnya Tak Layak

Read Entire Article
Prestasi | | | |