loading...
Galon guna ulang tidak boleh dipakai terus-menerus sampai bertahun-tahun. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Galon guna ulang tidak boleh dipakai terus-menerus sampai bertahun-tahun. Pesan itu disampaikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Djaja Surya Atmadja saat membahas risiko zat kimia berbahaya Bisphenol A atau BPA dalam kemasan galon guna ulang polikarbonat.
Menurut dr. Djaja, batas usia pakai galon bukan sekadar persoalan tampilan fisik atau kebersihan kemasan. Semakin lama galon polikarbonat digunakan dan berulang kali melalui proses distribusi, pencucian, pengisian ulang, serta penggunaan oleh konsumen, semakin besar pula potensi terjadinya peluruhan BPA dari dinding galon ke dalam air minum. Karena itu, batas usia pakai menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi paparan BPA kepada konsumen.
Baca Juga: Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
Menurut dr. Djaja, batasnya harus jelas. Galon guna ulang maksimal dipakai satu tahun. Setelah itu, galon seharusnya ditarik dan diganti, bukan terus berputar dari satu konsumen ke konsumen lain.
"Isi ulangnya itu tidak boleh dipakai lebih dari setahun. Karena pelan-pelan dia (BPA) akan melarut ke dalam itu," ujar dr. Djaja dalam program siniar bersama Prof. Rhenald Kasali seperti dikutip pada Senin (8/6/2026).


















































