loading...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan nilai penghimpunan dana di pasar modal per 5 Mei 2026 sudah mencapai Rp59,35 triliun. Foto/Dok
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menekankan nilai penghimpunan dana di pasar modal per 5 Mei 2026 sudah mencapai Rp59,35 triliun. Besaran himpunan dana modal yang masuk ke emiten ini dinilai cerminan bahwa pasar domestik tetap kuat.
"Capaian ini tentu saja menunjukkan terjaganya minat fundraising di pasar modal Indonesia yang didominasi oleh penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk senilai Rp58,9 triliun," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).
Perempuan yang akrab disapa Kiki ini juga membeberkan soal jumlah investor pasar modal per Kuartal I-2026 tercatat penambahan menjadi 24,7 juta single investor identification dan bahkan per hari terbaru sudah tembus 26 juta.
Baca Juga: OJK Targetkan Pasar Modal Sumbang Rp1.812 Triliun untuk Kebutuhan Investasi Nasional
"Jadi, ini juga menunjukkan confidence ya terhadap pasar modal Indonesia dengan masuk banyaknya investor-investor ritel domestik di pasar modal Indonesia," kata Kiki.











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)






