Perang Iran Masih Bergejolak, Trump Akan Bertemu Xi Jinping

6 hours ago 12

loading...

Perang Iran masih bergejolak, Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Foto/X/@rkmtimes

WASHINGTON - Hanya lebih dari dua minggu sebelum Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan mitranya Xi Jinping di Beijing, ketidakpastian China atas tujuan pemimpin AS dan dampak perang Iran membayangi kunjungan kenegaraan yang sangat dinantikan ini.

Kunjungan Trump, yang pertama ke China pada masa jabatan keduanya, bertujuan untuk menyegel gencatan senjata perang dagang yang disepakati kedua pemimpin saat bertemu di Korea Selatan pada bulan Oktober.

Namun bagi Beijing, yang suka mengatur acara-acara semacam itu dengan hati-hati untuk menghindari kemungkinan rasa malu, gaya Trump yang bebas dan spontan terbukti menjadi tantangan.

Sebuah sumber yang mengetahui negosiasi tersebut mengatakan kepada AFP bahwa para pejabat China mengharapkan persiapan yang lebih ambisius untuk pertemuan puncak antara para pemimpin negara adidaya yang bersaing tersebut.

Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa persiapan berjalan dengan baik untuk kunjungan dari tanggal 31 Maret hingga 2 April, dengan kontak dan interaksi reguler dengan Beijing.

"Tidak seperti pemerintahan Biden yang mengutamakan kinerja daripada hasil, pemerintahan Trump sangat nyaman dengan perencanaan perjalanan, baik dari segi logistik maupun hasil," kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP, merujuk pada tuduhan bahwa mantan presiden Joe Biden menggunakan perangkat otomatis untuk menandatangani dokumen.

"Presiden menantikan kunjungannya ke China, di mana ia dan Presiden Xi akan membahas berbagai topik penting bagi dua ekonomi terbesar di dunia."

Trump "berniat untuk menciptakan persaingan yang adil bagi petani, produsen, dan keluarga pekerja Amerika," tambah pejabat tersebut.

Namun, para pemimpin bisnis khawatir bahwa hingga awal pekan ini, undangan untuk menjadi bagian dari delegasi AS belum dikirim.

Read Entire Article
Prestasi | | | |