Perang Iran Tekan Keuangan AS, Kuras Anggaran Militer Rp670 Triliun

5 days ago 25

loading...

Perang dengan Iran telah membebani anggaran pertahanan AS. Pentagon terlihat dari udara, Selasa, 1 April 2026, di Washington. FOTO/AP

WASHINGTON - Perang dengan Iran telah menelan biaya sekitar USD38 miliar atau setara Rp670 triliun bagi militer Amerika Serikat (AS) hingga 1 Agustus 2026, dan pengeluaran tersebut berpotensi bertambah miliaran dolar setiap bulan jika konflik berlanjut. Selain membebani anggaran pertahanan, konflik tersebut juga meningkatkan tekanan inflasi di AS akibat gangguan pasokan minyak dan gas alam.

"Per 1 Agustus 2026, konflik bersenjata dengan Iran telah menelan biaya sekitar USD38 miliar bagi Departemen Pertahanan," kata Congressional Budget Office (CBO) dikutip dari CNA, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: Pertama Kali Dikonfirmasi, AS Sudah Kerahkan Senjata ke Luar Angkasa

CBO menyebut biaya perang dapat bertambah sekitar USD2-3 miliar per bulan atau lebih, bergantung pada intensitas kekerasan dan lamanya konflik. Perhitungan tersebut mencakup biaya penggantian amunisi dan peralatan yang digunakan atau hilang dalam pertempuran, serta meningkatnya kebutuhan bahan bakar militer.

Dari total tersebut, biaya penggantian amunisi yang digunakan hingga 1 Agustus diperkirakan mencapai USD21,7 miliar atau setara Rp382 triliun. CBO menyatakan penggantian amunisi menjadi komponen biaya terbesar yang telah dikeluarkan Departemen Pertahanan AS dalam konflik tersebut.

CBO juga menyoroti berkurangnya persediaan pencegat pertahanan rudal sebagai "biaya peluang utama" bagi Departemen Pertahanan AS. Berdasarkan perbandingan antara pengeluaran untuk pencegat rudal dan jumlah yang telah dibeli, CBO memperkirakan AS kemungkinan telah menggunakan antara setengah hingga dua pertiga persediaan amunisi tersebut sejak Juni 2025.

Read Entire Article
Prestasi | | | |