Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya

2 hours ago 11

loading...

Obligasi syariah memiliki beberapa perbedaan terkait cara kerja, sistem pembagian keuntungan, dan akad atau kontrak dibanding obligasi konvensional.

JAKARTA - Minat masyarakat yang meningkat pada instrumen investasi halal dan berkelanjutan membuat instrumen investasi syariah belakangan ini semakin diminati masyarakat. Salah satu contohnya adalah obligasi syariah yang menawarkan potensi imbal hasil menarik dengan tetap menjaga prinsip dan nilai sesuai ajaran agama Islam.

Obligasi syariah memiliki beberapa perbedaan terkait cara kerja, sistem pembagian keuntungan, dan akad atau kontrak dibanding obligasi konvensional. Meski begitu, investasi obligasi syariah kenyataannya tidak hanya diminati oleh investor muslim saja, tapi juga kalangan umum dengan pertimbangan-pertimbangan lain.

Lantas, seberapa signifikan pengaruh perbedaan obligasi syariah dan obligasi konvensional terhadap aktivitas investasi? Nah, untuk mengetahui jawabannya, berikut terangkum penjelasan tentang perbandingan investasi obligasi syariah vs konvensional yang penting dipahami investor.

1.Prinsip Dasar
Sesuai namanya, obligasi syariah menganut prinsip syariah agama Islam. Hal ini termasuk dalam hal penggunaan akad atau kontrak, misalnya ijarah (sewa), mudharabah (bagi hasil), atau wakalah, dan menjalankan aktivitas investasi yang tidak dilarang oleh aturan agama Islam.

Sementara pada obligasi konvensional tidak diwajibkan mengikuti prinsip syariah. Dengan basis surat utang piutang, obligasi konvensional dijalankan dengan investor meminjamkan dana ke pihak penerbit dengan imbalan berupa bunga atau kupon, serta pengembalian pokok pinjaman saat jatuh tempo.

2.Sumber Imbal Hasil
Jika melihat dari sumber imbal hasilnya, investor obligasi syariah memperoleh keuntungan dari aset riil, contohnya imbalan sewa, bagi hasil, ataupun margin. Keuntungan obligasi syariah sama sekali tidak menggunakan mekanisme bunga karena bertentangan dengan prinsip agama Islam. Sedangkan pada obligasi konvensional, pendapatan bisa berasal dari kupon atau bunga, baik yang sifatnya tetap (fixed rate), atau mengambang (floating).

Read Entire Article
Prestasi | | | |