Produksi Toyota Anjlok 5,5 Persen, Pasar China dan Indonesia Jadi Beban

1 month ago 49

loading...

Raksasa otomotif dunia akhirnya tersandung; Toyota mencatatkan penurunan produksi global pertama dalam enam bulan terakhir akibat guncangan pasar di China dan pengetatan kredit di Indonesia. Foto: Reuters

NAGOYA - Mesin pertumbuhan Toyota Motor Corp yang selama ini menderu kencang, mendadak mengalami "batuk" di penghujung tahun.

Raksasa otomotif dunia yang berbasis di Nagoya ini akhirnya harus mengakui adanya perlambatan signifikan.
Untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir, produksi global Toyota mengalami kontraksi. November menjadi bulan kelabu, di mana angka produksi tergerus 5,5 persen dibanding tahun sebelumnya, menyentuh angka 821.723 unit.

Penurunan ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari lesunya pasar otomotif di dua raksasa Asia yang selama ini menjadi lumbung penjualan Toyota: China dan Jepang.

Tidak hanya produksi, penjualan global pun ikut terseret arus negatif. Toyota mencatatkan penurunan penjualan sebesar 2,2 persen menjadi 900.011 kendaraan, sebuah penurunan perdana dalam 11 bulan terakhir.

China: Hilangnya Subsidi Memukul Telak

Ada "pendarahan" terbesar terjadi di China. Pasar otomotif terbesar di dunia ini seolah menjadi ladang ranjau bagi Toyota pada bulan November. Penjualan di Negeri Tirai Bambu tersebut terjun bebas alias anjlok 12,1 persen menjadi hanya 154.645 unit.

Faktor pemicunya sangat struktural. Penghentian subsidi pemerintah di wilayah yang lebih luas di pasar Asia utama tersebut telah mematikan gairah beli konsumen.

Read Entire Article
Prestasi | | | |