loading...
LONDON - Perkenalkan ekosistem digital dan adaptasi AI di Indonesia yang semakin maju, Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, serta Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, berpartisipasi dalam London Tech Week 2026.
Tahun ini merupakan kali pertama hadirnya Paviliun Indonesia di London Tech Week yang berlokasi di booth 420, London Olympia. Sebanyak enam perusahaan startup asal Indonesia turut memamerkan inovasinya di Paviliun tersebut, mulai dari sektor healthtech, platform pembelajaran berbasis AI, hingga teknologi yang mendukung smart city.
Para startup ini menampilkan inovasi dan talenta terbaik mereka guna menarik potensi kemitraan, kolaborasi, maupun investasi terhadap karyanya yang dikembangkan di Indonesia. Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki ekosistem startup yang sangat dinamis.
Dengan lebih dari 2.400 startup, Indonesia menunjukkan kapasitasnya dalam membangun teknologi yang mampu berkembang secara luas. Nilai ekonomi digital Indonesia mencapai lebih dari USD 90 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan mencapai USD 200–300 miliar pada tahun 2030, menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekonomi digital terbesar di kawasan.


















































