Raksasa Jepang Tumbang? Toyota dan Honda Terjepit Biaya Global dan Dominasi China

6 hours ago 11

loading...

Mundurnya proyek EV di Amerika Serikat memicu penghapusan nilai aset besar-besaran bagi pabrikan Jepang. Foto: Toyota Motor

JAKARTA - Industri otomotif Jepang sedang berada di titik kritis. Mengapa? Karena, dua raksasa terbesarnya, Toyota dan Honda, melaporkan penurunan kinerja keuangan yang mengkhawatirkan. Ini akibat dari geopolitik dan persaingan teknologi. Salah satunya, agresifnya pabrikan China.

Toyota Terjepit Biaya dan Tarif Global

Toyota Motor Corporation diperkirakan akan melaporkan penurunan laba operasional triwulanan keempat berturut-turut pada awal Mei 2026.

Untuk periode Januari hingga Maret 2026, laba operasional diproyeksikan merosot 27% menjadi 813 miliar yen atau Rp87,8 Triliun. Secara keseluruhan, laba tahunan Toyota diprediksi jatuh ke level terendah dalam tiga tahun terakhir di angka 4 triliun yen (Rp432 Triliun).

Kondisi ini tercermin pada pergerakan saham grup Toyota yang merah: Toyota Motor Corp turun 0,76%, Toyota Industries Corp turun 0,02%, Aisin Corp anjlok 4,46%, dan Toyoda Gosei merosot 1,92%.

Apa penyebabnya? Beragam. Mulai kenaikan biaya material dan upah tenaga kerja yang dipicu risiko konflik di Timur Tengah, serta dampak tarif impor tinggi di bawah administrasi Amerika Serikat yang memangkas margin keuntungan dari permintaan kendaraan hybrid yang sebenarnya masih kuat.

Read Entire Article
Prestasi | | | |