loading...
Menelusuri jatuh bangun penjualan Wuling 10 tahun terakhir dan mencoba Aira, pengganti Air EV di Liuzhou, China. Foto: Wuling Motors Indonesia
LIUZHOU - Langkah berani Wuling merombak lini produknya menjadi pertaruhan besar di tengah sengitnya gempuran rival senegara di pasar otomotif Indonesia.
Dominasi Wuling Motors di segmen elektrifikasi menghadapi ujian terberat. Pabrikan yang dulu memimpin pasar tanpa hambatan itu kini harus merombak strategi demi bertahan dari agresi kompetitor yang juga dari China.
Berdasarkan data pergeseran minat konsumen, Wuling mempercepat inovasi dengan menyiapkan lini produk baru.
Dekade Penuh Dinamika: Rapor Penjualan Wuling (2017-2026)
Rekam jejak 10 tahun terakhir membuktikan transformasi Wuling dari mobil bensin konvensional (ICE) menuju elektrifikasi, sebelum terdesak rival.
2017: Awal mula berekspansi, Wuling mencatat penjualan ritel dan wholesales 3.268 unit (pangsa pasar 0,3%) lewat andalan tunggal Confero.
2018-2019: Rilis Cortez dan Formo mendorong ritel ke 15.162 unit. Puncaknya di 2019, Almaz mengangkat ritel jadi 21.112 unit (pangsa pasar 2,0%).
2020-2021: Dihantam pandemi, ritel 2020 anjlok 54,9% ke 9.523 unit. Insentif PPnBM 2021 memicu lonjakan wholesales 288,5% ke 25.546 unit. Total kumulatif 4 tahun menembus 60.000 unit.
2022: Era elektrifikasi dimulai. Air EV debut mencetak 8.053 unit (Agustus–Desember), mendominasi 77,98% lini EV Wuling dan 68,7% pangsa BEV nasional.

















































