loading...
RS Kemenkes Surabaya untuk pertama kalinya melaksanakan tindakan operasi Superficial Temporal Artery to Middle Cerebral Artery (STA-MCA) Bypass, Minggu (16/8/2026). Foto/Dok. SindoNews
SURABAYA - Rumah Sakit Kemenkes Surabaya untuk pertama kalinya melaksanakan tindakan operasi Superficial Temporal Artery to Middle Cerebral Artery (STA-MCA) Bypass, Minggu (16/8/2026). Sebuah prosedur bedah saraf mikro tingkat lanjut untuk menangani gangguan aliran darah otak.
Tindakan ini dilakukan secara proctoring, yaitu didampingi langsung tim dari RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, sebagai bagian dari penguatan jejaring layanan kesehatan otak dan pembuluh darah (cerebrovascular) di Jawa Timur.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang berlangsung hybrid, dihadiri secara daring oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Baca juga: 10 Hal yang Merusak Otak, Nomor 5 Wajib Diwaspadai Para Jomblo
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Global Burden of Disease 2021 sebagaimana dikutip dalam WSO Global Stroke Fact Sheet 2025, sekitar 6 juta orang di dunia meninggal akibat stroke setiap tahun, atau setara satu orang setiap 5 detik. Data Global Burden of Disease (GBD) 2021 turut mencatat 93,8 juta penderita stroke di seluruh dunia dengan 11,9 juta kasus baru, menjadikan stroke sebagai penyebab kematian nomor tiga secara global setelah penyakit jantung iskemik dan COVID-19.
Data epidemiologi menunjukkan prevalensi aneurisma otak atau aneurisma serebral di seluruh dunia mencapai sekitar 3,2% dengan rata-rata usia berkisar 35–40 tahun, dengan rasio wanita dan laki-laki adalah 3:2. Aneurisma otak merupakan dilatasi abnormal pembuluh darah otak yang membesar dan berisiko mengalami ruptur sewaktu-waktu. Aneurisma otak seringkali tidak menimbulkan gejala.
Di Indonesia, data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2023 mencatat angka kematian akibat stroke mencapai 337.276 jiwa per tahun, menjadikan stroke sebagai penyebab kematian nomor satu di Indonesia, melampaui penyakit jantung dan hipertensi. Layanan bypass cerebrovascular seperti yang dilaksanakan di RS Kemenkes Surabaya menjadi salah satu upaya penguatan sistem rujukan untuk menekan angka tersebut.


















































