Rupiah Diguncang Perang AS-Iran, Hari Ini Rp16.893 per Dolar AS

2 hours ago 8

loading...

Pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu harga minyak melonjak tajam pada hari Kamis, sempat naik melewati USD100 per barel. Foto/Dok

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (12/3/2026), turun tipis 7 poin atau sekitar 0,04% ke level Rp16.893 per dolar AS. Penurunan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI, dimana hari ini menyentuh Rp16.899 per USD, atau memburuk dari sebelumnya Rp16.867.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu harga minyak dunia melonjak tajam pada hari Kamis, sempat naik melewati USD100 per barel setelah laporan media menyebutkan dua kapal tanker minyak internasional telah dihantam di dekat Irak. Laporan lain menunjukkan Oman mengevakuasi terminal ekspor minyak utama, sementara Iran terlihat memblokir Selat Hormuz-jalur pasokan utama untuk sekitar seperlima minyak dunia.

Harga minyak yang lebih tinggi membuat pasar sebagian besar waspada terhadap peningkatan inflasi jangka panjang. Hal ini pada gilirannya memicu kekhawatiran atas kebijakan bank sentral yang lebih agresif dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000/USD, Tapi Masih Lebih Sakti Dibanding Won Korsel dan Peso Filipina

Sinyal yang beragam tentang konflik Iran juga memicu pergerakan harga yang berfluktuasi di pasar logam minggu ini. Presiden AS Donald Trump dan pejabat lainnya berulang kali menegaskan bahwa perang Iran hampir berakhir, meskipun permusuhan terus berlanjut antara AS, Israel, dan Iran.

Read Entire Article
Prestasi | | | |