loading...
Moskow tuduh Jerman ingin memulai perang lagi melawan Rusia setelah Berlin usir konsulat jenderal Rusia dari Bonn. Foto/Azer News
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Jerman ingin memulai perang setelah Berlin mengusir konsulat jenderal Rusia dari Bonn dan menutup pusat kebudayaan Rusia. Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah Jerman pada Selasa lalu menuding Moskow sebagai dalang serangan drone di Bandara Leipzig pada Agustus lalu.
Drone yang membawa bahan peledak tersebut ditemukan di area operasi kargo yang dijaga ketat di bandara strategis itu, tidak jauh dari sebuah pesawat kargo Ukraina.
Baca Juga: Negara NATO Sita Kapal Rusia atas Permintaan Ukraina, Putin Ancam Balas Dendam
Dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu, Lavrov mengatakan, “Ini, pada dasarnya, adalah awal dari perang yang nyata. Mereka mengusir konsulat jenderal dari Bonn. Mereka menutup Russian House (pusat kebudayaan Rusia) di Berlin."
"Saya ingat bahwa sebelum dimulainya Perang Dunia II...Mereka ingin perang lagi," kata Lavrov, seperti dikutip dari AFP, Senin (7/9/2026).
Lavrov juga menuduh Jerman menerapkan ideologi Nazi dan menambahkan, “Kepemimpinan Rusia akan menarik kesimpulan yang sesuai.”
Sekadar diketahui, Rusia dan Jerman pernah berperang beberapa kali di masa lalu. Pada Perang Dunia I (1914–1918), Kekaisaran Jerman berperang melawan Kekaisaran Rusia. Keduanya berada di kubu yang berlawanan.


















































