Sam Altman Akui Salah Prediksinya Soal AI Ancam Pekerjaan

4 hours ago 13

loading...

Sam Altman OpenAI. FOTO/ DAILY

LONDON - CEO OpenAI meyakini bahwa dampak AI terhadap pasar tenaga kerja terjadi lebih lambat dan lebih halus daripada peringatan tentang hilangnya berbagai profesi.

Sam Altman, CEO OpenAI, baru saja memberikan wawasan baru tentang dampak kecerdasan buatan (AI) pada pasar tenaga kerja, mengakui bahwa prediksi sebelumnya tentang "bencana pekerjaan" mungkin telah dilebih-lebihkan.

Berbicara di sebuah konferensi di Sydney, ia menyatakan bahwa AI belum menciptakan pengangguran skala besar di kalangan pekerja tingkat bawah seperti yang awalnya dikhawatirkan.

Sam Altman sebelumnya memperingatkan bahwa AI akan menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia, berpotensi menghilangkan banyak profesi sepenuhnya. Namun, implementasi aktual menunjukkan bahwa proses ini terjadi lebih lambat dan dengan cara yang berbeda.

Altman menyatakan optimisme bahwa dampak negatif terbesar pada pekerja yang kurang berpengalaman belum terjadi pada skala yang diprediksi dalam model awal.

Meskipun kepemimpinan OpenAI menjadi kurang pesimis, statistik masih menunjukkan pergeseran signifikan dalam struktur tenaga kerja. Menurut data dari Challenger, hampir 50.000 pemutusan hubungan kerja yang terkait langsung dengan AI diproyeksikan akan terjadi di AS saja pada tahun 2026.

Sementara itu, sebuah laporan dari Goldman Sachs memperkirakan bahwa kehadiran teknologi ini memperlambat perekrutan baru sekitar 16.000 posisi per bulan.

Alih-alih PHK massal yang mudah terlihat, AI mengubah pasar tenaga kerja dengan cara yang lebih lambat dan lebih halus. Bisnis mulai membatasi perekrutan untuk posisi junior atau tingkat pemula.

Read Entire Article
Prestasi | | | |