loading...
Andi Setyo Pambudi, Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas. Foto/Dok.Pribadi
Andi Setyo Pambudi
Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas
INDONESIA kembali menempati posisi puncak sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dengan volume mencapai 46 juta metrik ton atau sekitar 58 persen dari total produksi global. Data tersebut bukan hanya mencerminkan keunggulan Indonesia di pasar komoditas internasional, tetapi juga menunjukkan bagaimana industri sawit telah melekat dalam dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan di dalam negeri.
Jarak produksi yang begitu jauh dibandingkan Malaysia, Thailand, Kolombia, hingga negara Amerika Latin dan Afrika menegaskan bahwa Indonesia memegang peranan yang sangat dominan dalam menggerakkan pasar minyak nabati dunia. Di balik capaian itu terdapat kisah sosial yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di banyak daerah.
Perkebunan sawit telah menjadi sumber penghidupan bagi jutaan warga di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Lebih dari empat juta pekerja menggantungkan mata pencaharian pada industri ini, sementara jutaan keluarga turut menikmati perputaran ekonominya. Namun kesejahteraan sosial tidak selalu berjalan beriringan dengan besarnya produksi.
Petani kecil yang menguasai sebagian besar kebun sawit nasional masih sering berhadapan dengan keterbatasan modal, akses teknologi, fluktuasi harga, dan ketimpangan posisi tawar di hadapan perusahaan pengolahan. Di sejumlah wilayah, konflik lahan dan persoalan hak masyarakat adat juga masih muncul.


















































