loading...
Dengan IONIQ 6 N, Hyundai seolah menegaskan bahwa masa depan mobil listrik tidak harus membosankan dan steril. Foto: Hyundai Indonesia
KOREA SELATAN - Hyundai baru saja melepas "binatang buas" terbarunya ke alam liar. Bukan dengan raungan knalpot bensin yang memekakkan telinga, melainkan desingan elektris yang tajam dan menakutkan.
Hyundai IONIQ 6 N akhirnya menampakkan diri, bukan sekadar sebagai mobil listrik (Electric Vehicle/EV) biasa, melainkan pernyataan perang terhadap batasan performa kendaraan niremisi.
Pabrikan asal Korea Selatan ini tidak main-main dalam mendefinisikan ulang makna high-performance EV.
Sejak debutnya yang mencuri perhatian di Goodwood Festival of Speed Juli lalu, IONIQ 6 N telah menjadi buah bibir.
Kini, di lintasan balap Yeongam, Hyundai N menerjemahkan filosofi Corner Rascal, Racetrack Capability, dan Everyday Sportscar ke dalam wujud nyata yang siap meluncur global awal 2026.
Angka yang Bikin Gemetar

Di atas kertas, spesifikasi IONIQ 6 N terdengar seperti fiksi ilmiah yang menjadi kenyataan. Jantung pacunya terdiri dari motor ganda yang buas: motor depan bertenaga 226 PS (166 kW) dan motor belakang 383 PS (282 kW). Jika digabungkan, total tenaga standarnya mencapai 609 PS.
Namun, aktifkan mode N Grin Boost, dan tenaga puncaknya melonjak menjadi 650 PS (478 kW) dengan torsi monster 770 Nm.
Hasilnya? Akselerasi dari diam hingga 100 km/jam tuntas hanya dalam 3,2 detik—angka yang membuat banyak supercar bensin bermesin V8 harus menunduk malu. Kecepatan maksimalnya pun dibatasi secara elektronik di angka 257 km/jam.


















































