loading...
Warga Lebanon yang sempat mengungsi memuat barang-barang mereka ke dalam kendaraan seraya kembali ke rumah masing-masing dengan penuh kehati-hatian, menyusul kesepakatan bersama yang dicapai antara AS dan Iran, di Beirut, Lebanon, pada 15 Juni 2026. Foto/
BEIRUT - Juru bicara PBB Stephane Dujarric pada hari Jumat memperingatkan sekitar 330.000 orang masih mengungsi di seluruh Lebanon akibat kembali memanasnya konflik di wilayah selatan negara itu. Situasi ini terus menimbulkan dampak berat bagi warga sipil.
Dalam pengarahan kepada wartawan di New York, Dujarric mengatakan sekitar 820.000 orang telah kembali ke komunitas mereka selama beberapa bulan terakhir, termasuk hampir 90% dari mereka yang sebelumnya mengungsi dari Kegubernuran Selatan.
"Namun, sekitar 330.000 orang masih mengungsi di seluruh Lebanon," ujarnya.
Dia menambahkan akses kemanusiaan tetap menjadi tantangan besar, khususnya di wilayah selatan Sungai Litani.
"Kendala akses menghambat tim kemanusiaan untuk menjangkau sejumlah komunitas serta menunda penilaian, pemantauan pemulihan layanan dasar, dan penyaluran bantuan pangan," kata Dujarric.


















































