loading...
Tiga siswa Sinarmas World Academy (SWA) pengembang LUMA. Foto/SWA.
JAKARTA - Tiga siswa sekolah menengah atas dari Sinarmas World Academy (SWA) mengembangkan LUMA, sebuah perangkat headset berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memulihkan kemampuan komunikasi bagi individu yang kehilangan kemampuan bicara akibat ALS, stroke, atau kondisi neuromuskular lainnya.
“Ketika anak muda diberikan pembelajaran yang berorientasi pada tujuan dan kebebasan untuk berkreasi, mereka dapat mengubah kehidupan secara nyata. Pencapaian ini mencerminkan komitmen sekolah dalam memfasilitasi inovasi yang menggabungkan keunggulan teknis dengan tanggung jawab sosial,” ujar General Manager Sinarmas World Academy, Deddy Djaja Ria, melalui siaran pers, Rabu (7/1/2025)
Baca juga: OpenAI Kembangkan Audio AI Baru yang BIsa Digunakan dengan Suara
Inovasi yang dikembangkan oleh tim bernama SWA RoboKnights—terdiri dari Audric Tsai, Zhenxuan, dan Yik Yan—ini telah mendapatkan validasi internasional pada ajang World Robot Olympiad (WRO) International Final 2025 di Singapura. Dalam kompetisi yang diikuti lebih dari 500 tim dari 91 negara tersebut, tim ini meraih tiga Gold Awards dan Start-Up Award di kategori Future Innovators, Senior.
Berdasarkan data teknis pengembangannya, LUMA berfungsi menerjemahkan intensi pengguna menjadi ucapan verbal. Perangkat ini bekerja dengan membaca sinyal EEG dan pola kedipan mata, kemudian mengonversinya menjadi kode Morse. Data tersebut diproses melalui model bahasa AI yang didukung deteksi objek secara real-time.


















































