Temui Prabowo, Panglima Jilah Bela Peladang Adat: Bukan Pemicu Karhutla di Kalbar

12 hours ago 23

loading...

Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresiden, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Foto/BPMI Setpres

JAKARTA - Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah menepis anggapan bahwa aktivitas berladang masyarakat adat menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Kalimantan Barat (Kalbar). Panglima Jilah menjelaskan, masyarakat adat tidak membuka lahan gambut untuk menanam padi.

Menurutnya, aktivitas berladang dilakukan di kawasan lahan mineral dengan menerapkan kearifan lokal serta pengawasan yang ketat.

Baca juga: Kemenkes Ungkap Kualitas Udara Pontianak Paling Berbahaya Dampak Karhutla

"Di Kalimantan Barat itu Karhutla itu sebenarnya sudah sering terjadi, tetapi yang menjadi pemikiran kita itu peladang itu disalahkan. Jadi peladang itu dengan perkebunan itu kadang-kadang bersamaan waktunya. Akhirnya peladang yang disalahkan. Tetapi sebenarnya orang berladang tidak di lahan gambut. Orang berladang itu di lahan mineral," kata Panglima Jilah usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, tudingan terhadap peladang muncul karena masih banyak pihak yang belum memahami pola pertanian serta kehidupan masyarakat adat di Kalimantan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |