Terkuak! 7 Kebiasaan Musim Hujan Ini Diam-diam Bikin Stres, Hati-hati!

4 hours ago 4

ringkasan

  • Tujuh kebiasaan umum di musim dingin, seperti kurangnya paparan sinar matahari dan peningkatan waktu layar, dapat secara diam-diam meningkatkan tingkat stres dan kecemasan
  • Isolasi sosial, jadwal tidur yang buruk, konsumsi alkohol berlebihan, dan kurangnya aktivitas fisik di musim dingin berkontribusi pada sinyal stres tubuh dan memicu pikiran cemas.
  • Penting untuk mempraktikkan belas kasih diri, menjaga komitmen sosial, dan tetap aktif secara fisik agar kesehatan mental tetap terjaga optimal selama bulan-bulan yang lebih dingin.

Fimela.com, Jakarta - Musim hujan kerap diidentikkan dengan suasana nyaman, selimut hangat, dan minuman panas yang menenangkan. Namun, di balik gambaran ideal tersebut, ada beberapa kebiasaan umum yang tanpa disadari dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan. Para ahli kesehatan mental telah mengidentifikasi tujuh kebiasaan musim hujan yang mungkin secara diam-diam membebani kesejahteraan mental Anda.

Perubahan musim secara alami mengganggu banyak sistem yang membantu kita merasa stabil secara emosional. Hari-hari yang lebih pendek dan berkurangnya sinar matahari dapat memengaruhi serotonin dan melatonin, hormon penting dalam regulasi suasana hati dan tidur. Cuaca hujan juga seringkali menyebabkan kurangnya gerakan dan lebih banyak waktu di dalam ruangan, mengurangi dua regulator sistem saraf yang kuat: aktivitas fisik dan koneksi sosial.

Dari perspektif otak-tubuh, kecemasan di musim hujan bukan hanya masalah psikologis. Seringkali, sistem saraf merespons perubahan cahaya, ritme, dan stimulasi lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi Sahabat Fimela untuk memahami kebiasaan-kebiasaan ini agar dapat mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan mental selama musim hujan.

Terjebak di Dalam Ruangan dan Layar: Pemicu Stres Tak Terduga

Terlalu banyak waktu di dalam ruangan adalah salah satu kebiasaan musim hujan yang paling umum dan berpotensi memicu stres. Meskipun suhu hujan dan hari yang lebih pendek membuat kita enggan keluar, kurangnya paparan sinar matahari adalah penyebab utamanya.

Payal Patel, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi (LMFT), menjelaskan bahwa isolasi di rumah dapat memicu pemikiran berlebihan dan pikiran yang mengganggu. Kecemasan seringkali muncul dari kebutuhan akan kontrol, dan ketidakpastian musim hujan dapat melonggarkan kendali atas rutinitas banyak orang. Mendapatkan sinar matahari, bahkan sebentar di pagi hari, dapat mendukung ritme sirkadian dan regulasi suasana hati selama bulan-bulan yang lebih gelap.

Selain itu, peningkatan waktu layar juga menjadi kebiasaan yang perlu diwaspadai. Saat cuaca hujan melanda, ponsel, laptop, atau TV bisa menjadi teman setia. Meskipun bersantai dengan video TikTok, bermain game, atau menonton serial tidak selalu salah, kebiasaan ini bisa menguras energi, terutama jika kita melihat orang lain melakukan hal-hal yang membuat kita merasa tidak cukup dalam hidup sendiri. Patel memperingatkan bahwa perbandingan sosial ini dapat memicu kecemasan dan spiral pemikiran negatif.

Pola Hidup yang Terganggu dan Isolasi Sosial: Ancaman bagi Kesejahteraan

Musim hujan dapat mengganggu pola tidur kita, menyebabkan jadwal tidur menjadi tidak konsisten karena kegelapan dan ritme sirkadian yang terganggu. Menurut Rio Wilson, seorang konselor berlisensi, semua ini mengirimkan sinyal stres ke tubuh. Ketika tubuh tidak mendapatkan gerakan teratur, cahaya matahari, atau istirahat yang cukup, otak menafsirkannya sebagai ancaman. Akibatnya, Sahabat Fimela mungkin merasa lebih lelah di pagi hari dan mencari kopi atau minuman berkafein lainnya, yang juga dapat berkontribusi pada kecemasan.

Membatalkan rencana adalah kebiasaan lain yang sering terjadi di musim hujan. Cuaca dingin atau kondisi jalan yang tidak terduga seringkali menjadi alasan yang baik untuk membatalkan komitmen. Namun, jika faktor-faktor ini tidak berperan, penting untuk tetap pada rencana Anda. Patel menyarankan bahwa hal ini akan menjaga pikiran dan tubuh tetap aktif sambil membantu Anda terhubung dengan orang lain dan tetap akuntabel, bahkan ketika sangat mudah untuk hanya bersembunyi di sofa dan menonton TV sendirian. Interaksi sosial dapat menurun selama musim hujan karena malam yang lebih dingin dan gelap seringkali menyebabkan lebih banyak isolasi.

Banyak orang juga cenderung minum lebih banyak alkohol di musim hujan dengan alasan "tidak ada hal lain yang bisa dilakukan." Patel menjelaskan bahwa meskipun terasa baik sesaat, konsumsi alkohol dapat berkontribusi pada kecemasan. Mengurangi alkohol dan bahkan kafein dapat membantu mengurangi kecemasan jika Anda merasa keduanya berkontribusi pada pikiran cemas Anda.

Kurangnya Gerak dan Belas Kasih Diri: Pentingnya Perhatian Internal

Gerakan adalah cara yang bagus untuk mengatasi kecemasan, tidak peduli musimnya, tetapi terutama ketika Sahabat Fimela menghabiskan sebagian besar waktu di dalam ruangan. Wilson menekankan bahwa kebiasaan yang paling efektif bekerja dengan sistem saraf, bukan melawannya. Gerakan harian, terutama olahraga yang konsisten dan bertekanan rendah, membantu melepaskan energi cemas dan memberi sinyal keamanan pada tubuh. Anda bisa berinvestasi pada alat olahraga di rumah atau berkomitmen untuk bergerak setiap hari atau minggu.

Awal tahun baru seringkali diisi dengan resolusi dan tujuan untuk menjadi versi diri yang lebih baik. Namun, ini tidak selalu berjalan sesuai harapan, dan mudah bagi kita untuk bersikap keras pada diri sendiri karena tidak mencapai apa yang telah ditetapkan. Ashley Edwards, pendiri MindRight Health, menjelaskan bahwa salah satu kontributor terbesar terhadap kecemasan yang lebih besar adalah kurangnya belas kasih diri (self-compassion).

Banyak orang jauh lebih keras pada diri sendiri daripada yang akan mereka lakukan pada seorang teman. Konsep diri kita membentuk pikiran, dan pikiran-pikiran itu memengaruhi perilaku dan kesejahteraan emosional kita. Ketika kritik diri menjadi kebiasaan, itu dapat memperkuat kecemasan daripada membantu kita maju. Oleh karena itu, berikanlah sedikit kelonggaran pada diri sendiri di musim hujan ini. Dengan menyadari kebiasaan-kebiasaan ini, Sahabat Fimela dapat mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan mental tetap optimal selama musim hujan .

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Prestasi | | | |