loading...
UNJ mensosialisasikan pendekatan pembelajaran Deep Learning ke Yayasan Al Ashriyyah Pondok Pesantren Nurul Iman, Parung, Bogor. Foto/UNJ.
JAKARTA - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Studi (Prodi) Pascasarjana Penelitian Evaluasi Pendidikan (PEP) mensosialisasikan pendekatan pembelajaran Deep Learning ke Yayasan Al Ashriyyah Pondok Pesantren Nurul Iman, Parung, Bogor, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan kegiatan belajar mengajar (KBM) di abad ke-21.
Deep Learning sendiri merupakan pembelajaran yang menekankan pada kebermaknaan, kesadaran, dan penciptaan suasana yang menyenangkan serta komprehensif, sehingga akan berdampak pada pemahaman yang mendalam, inkuiri kritis dan keterlibatan aktif siswa.
Baca juga: Latsar CPNS Kemendagri Tanamkan Semangat Bela Negara dan Bentuk ASN Profesional
Pendekatan ini memberikan peluang kepada siswa dalam menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menitikberatkan pada pemahaman, bukan pada hafalan. Oleh sebab itu, Deep Learning memberikan solusi agar siswa memahami apa yang sedang dipelajari.
“Guru tidak perlu mengulang materi berkali-kali, siswa memahami esensinya. Jadi konsep Deep Learning bukan hanya memahami materi, tetapi problem solving dan kemampuan berpikir kritis siswa,” terang Dosen PEP UNJ, Sugeng Priyanto.










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)







