loading...
Budaya memamerkan keuntungan besar di media sosial sering kali membentuk persepsi yang keliru. Banyak orang akhirnya tergoda tanpa memahami proses maupun risiko di balik hasil yang ditampilkan. Foto/Dok
JAKARTA - Dunia trading kerap dipenuhi janji manis yang terdengar menggiurkan. Di media sosial, tidak sedikit orang yang memamerkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun di balik narasi tersebut, risiko penipuan atau scam justru semakin mengintai, terutama bagi para pemula yang belum memahami cara kerja industri ini.
Trader sekaligus edukator Jafar Tri Maulana atau yang dikenal sebagai Japsku mengingatkan, bahwa salah satu kesalahan terbesar masyarakat adalah menganggap trading sebagai jalan pintas menuju kekayaan. Menurutnya, pola pikir seperti itulah yang sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menjebak calon trader .
Jafar menilai, budaya memamerkan keuntungan besar di media sosial sering kali membentuk persepsi yang keliru. Banyak orang akhirnya tergoda tanpa memahami proses maupun risiko di balik hasil yang ditampilkan.
Baca Juga: Prabowo Puji Thailand Bantu Repatriasi Hampir 1.000 WNI Korban Online Scam
"Industri ini butuh kepastian memang. Tidak masalah kalau ada yang memamerkan profit trading besar, tetapi harus punya pikiran bahwa profit instan bukan berarti benar-benar instan. Tidak ada profit instan, rata-rata profit instan akan habis dalam semalam," kata Jafar dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (4/8/2026).


















































