loading...
Presiden Donald Trump akui AS gunakan senjata sonik rahasia saat menculik Presiden Nicolas Maduro di Venezuela. Foto/NDTV
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, untuk pertama kalinya, mengakui senjata sonik rahasia dikerahkan oleh pasukan militer Amerika selama serangan 3 Januari di Venezuela. Dalam serangan itu, pasukan khusus Amerika menculik Presiden Nicolas Maduro, dan istrinya; Cilia Flores.
Pengakuan itu muncul setelah ada kesaksian tentang tentara Venezuela mengalami mimisan dan muntah darah akibat serangan senjata misterius.
Baca Juga: AS Gunakan Senjata Misterius saat Culik Maduro, Bikin Tentara Venezuela Muntah Darah
Berbicara di acara "Katie Pavlich Tonight" di NewsNation, Trump menyatakan bahwa tidak ada negara lain yang memiliki teknologi serupa.
"AS memiliki senjata yang tidak diketahui negara lain," kata Trump, menggambarkan serangan 3 Januari sebagai "serangan yang luar biasa".
Ketika ditanya apakah warga Amerika harus khawatir tentang kekuatan senjata tersebut, Presiden Trump, tanpa memberikan detail teknis, mengatakan, "Ya, ya...Itu sesuatu yang tidak ingin saya bicarakan...tidak ada negara lain yang memilikinya. Dan saya katakan mungkin lebih baik untuk tidak membicarakannya, tetapi kita memiliki beberapa senjata yang luar biasa."


















































