Trump-Xi Jinping Bertemu Tanpa Kesepakatan Logam Tanah Jarang, Perang Dagang Masih Membayangi

8 hours ago 13

loading...

Presiden Donald Trump menghadiri upacara penyambutan bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping di Aula Rakyat, Kamis, 14 Mei 2026, di Beijing. FOTO/AP

JAKARTA - Pertemuan tingkat tinggi antara Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing berakhir tanpa kesepakatan terkait logam tanah jarang, isu krusial dalam hubungan dagang kedua negara. Kegagalan tersebut menegaskan masih kuatnya perbedaan struktural antara dua ekonomi terbesar dunia.

"China masih memperlambat proses pada beberapa lisensi ekspor logam tanah jarang, sehingga kami harus turun tangan untuk membantu perusahaan yang terdampak," ujar Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dalam wawancara dengan Bloomberg TV, di sela pertemuan dikutip dari US News, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Pertemuan Xi Jinping dan Trump Gagal Buat Terobosan Perang Iran, Ini 3 Faktanya

Pertemuan yang berlangsung pada 14–15 Mei itu menjadi kunjungan kenegaraan pertama Presiden AS ke China sejak 2017. Meski media pemerintah China menyoroti suasana positif, perbedaan substansi terlihat dari hasil pernyataan resmi kedua pihak, terutama terkait isu rantai pasok mineral strategis yang tidak banyak disinggung oleh Beijing.

Logam tanah jarang menjadi salah satu isu utama menjelang pertemuan tersebut. Namun, minimnya pembahasan publik dari pihak China dipandang sebagai sinyal bahwa negosiasi belum mencapai titik temu. Padahal, komoditas ini sangat penting bagi industri teknologi tinggi, energi bersih, hingga pertahanan.

Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), China menguasai sekitar 91% kapasitas pemurnian logam tanah jarang global. Dominasi ini mendorong Amerika Serikat mempercepat upaya diversifikasi rantai pasok untuk mengurangi ketergantungan terhadap China.

Read Entire Article
Prestasi | | | |