loading...
Surveyor Pemetaan Ahli Madya Badan Geologi Kementerian ESDM Athanasius Cipta. Foto: Tangkapan layar
BANTEN - Fenomena air laut surut di perairan Banten yang belakangan viral di media sosial memicu kekhawatiran masyarakat. Sebagian warga mengaitkan kondisi tersebut dengan potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan fenomena air laut surut yang terekam dalam video tersebut tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Surveyor Pemetaan Ahli Madya Badan Geologi Kementerian ESDM Athanasius Cipta menjelaskan, video yang beredar tersebut dibuat pada 6 September 2026. Sementara itu, erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir pada waktu tersebut.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Muka Air Laut


















































