loading...
BEI mencatat pergerakan saham yang beragam sepanjang perdagangan sepekan pada 19–23 Januari 2026. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan saham yang beragam sepanjang perdagangan sepekan pada 19–23 Januari 2026. Di tengah tekanan pasar yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah, sejumlah saham mengalami koreksi tajam, sementara sebagian lainnya justru mencatatkan lonjakan signifikan.
IHSG tercatat turun 1,37% dalam sepekan dan ditutup di level 8.951, melemah dari posisi 9.075 pada akhir pekan sebelumnya. Meski demikian, indeks sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan penutupan di level 9.134 pada perdagangan Selasa (20/1).
Tekanan jual membuat sejumlah saham dari berbagai sektor masuk dalam daftar 10 saham dengan penurunan terbesar atau top losers selama sepekan. Saham PT Yeloo Integra Datanet Tbk (YELO) menempati posisi teratas dengan koreksi paling dalam, yakni merosot 31,82% dari Rp132 menjadi Rp90 per saham.
Baca Juga: 521 Saham Tersungkur, IHSG Makin Jauh Tinggalkan Level 9.000
Di bawah YELO, saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) sama-sama melemah 28,88%. Sementara itu, saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) tergelincir 25,40%, disusul PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) yang tertekan 21,88% dalam sepekan.
Berdasarkan data statistik BEI per Sabtu (24/1/2026), saham lain yang masuk jajaran top losers adalah PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU), serta PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang mencatat pelemahan paling terbatas di daftar tersebut.


















































