loading...
Wakil Ketua MPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor 1926-2026 di Ponorogo, Jawa Timur. Foto/istimewa
PONOROGO - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memasuki usia satu abad pada 2026. Momentum tersebut menjadi refleksi atas perjalanan panjang pendidikan Islam sekaligus penegasan tantangan baru dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan iman, akhlak, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat hadir pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor 1926-2026 di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2016).
Dia mengajak seluruh keluarga besar Gontor untuk tidak sekadar memaknai 100 tahun sebagai perjalanan sejarah. Akan tetapi juga menjadi momentum menyiapkan arah pendidikan dan peradaban untuk satu abad berikutnya.
Baca juga: Pemimpin Gontor Persilakan Santri Protes jika Gaya Hidupnya Melebihi Mereka
“Kita tidak sekadar merayakan 100 tahun berdirinya Gontor. Kita merayakan 100 tahun perjalanan menghadirkan nilai-nilai Islam dan membangun manusia,” ujarnya.
Ibas menyampaikan penghormatan kepada para pendiri Gontor, Trimurti, yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fannanie, dan KH Imam Zarkasyi, yang telah meletakkan fondasi pendidikan Gontor sejak 20 September 1926.
Menurutnya, dunia telah mengalami perubahan yang sangat cepat. Teknologi berkembang dari era radio dan televisi hingga internet dan kini memasuki era artificial intelligence (AI).
Namun, di tengah perubahan tersebut, terdapat nilai-nilai yang tetap relevan, yakni iman, ilmu, akhlak, kemandirian, dan keikhlasan.

















































