loading...
Pulau Bubiyan di Kuwait jadi target infiltrasi IRGC. Foto/X/@shahpas
TEHERAN - Kuwait menuduh Iran mengirim empat orang yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menyusup ke negara Teluk tersebut melalui Pulau Bubiyan dan melakukan semacam serangan.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan para tersangka mengakui keanggotaan mereka di IRGC dan telah menyusup ke Pulau Bubiyan dengan menggunakan perahu nelayan sewaan untuk melakukan “tindakan permusuhan” terhadap Kuwait, menurut kantor berita resmi Kuna.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Selasa bahwa operasi tersebut terjadi pada tanggal 1 Mei dan para perwira angkatan laut yang ditangkap “di atas kapal nelayan yang disewa khusus untuk melakukan tindakan permusuhan terhadap Kuwait” mengakui bahwa mereka telah ditugaskan oleh IRGC untuk “menyusup”.
Kementerian tersebut mengidentifikasi anggota kelompok tersebut sebagai Kolonel Amir Hussein Abd Mohammed Zara’i dan Abdulsamad Yadallah Qanwati, Kapten Ahmed Jamshid Gholam Reza Zulfiqari dan Letnan Satu Mohammed Hussein Sehrab Faroughi Rad.
Selama konfrontasi dengan pasukan Kuwait di pulau itu, tembakan melukai seorang anggota pasukan Kuwait, kata kementerian tersebut. Dua anggota kelompok lainnya – Kapten Angkatan Laut Mansour Qambari dan kapten kapal, Abdulali Kazem Siamari – melarikan diri selama bentrokan tersebut.
3 Fakta Pulau Bubiyan di Kuwait Jadi Target Infiltrasi IRGC
1. Lokasi Pangkalan Marinir AS
Karena juga menjadi tempat kontingen Marinir AS, Bubiyan merupakan titik rawan potensial dalam konflik AS-Iran.




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)












