loading...
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani. Foto: dpr.go.id
JAKARTA - Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani buka suara merespons meninggalnya sejumlah dokter peserta program internship dalam beberapa waktu terakhir. Anggota Komisi IX DPR ini pun menyampaikan duka mendalam.
Menurut dia, rangkaian kejadian ini harus menjadi alarm untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem internship di Indonesia. “Ini bukan sekadar musibah, tetapi dapat dimaknai sebagai sinyal adanya persoalan sistemik yang harus segera dibenahi. Para dokter muda tidak boleh menjadi korban akibat sistem yang kurang sempurna,” ujar Netty, Rabu (6/5/2026).
Dia pun menyoroti ketidakjelasan status peserta internship yang berada di antara posisi sebagai peserta didik dan tenaga layanan kesehatan. "Kondisi ini berdampak pada lemahnya perlindungan hak, termasuk terkait jam kerja, jaminan kesehatan, serta kepastian kesejahteraan," imbuhnya.
Baca juga: 4 Dokter Internship Meninggal dalam 3 Bulan Terakhir, PDUI Dorong Evaluasi Menyeluruh
Netty juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem supervisi dan pendampingan di lapangan. Menurut dia, program internship seharusnya menjadi proses pembelajaran untuk membangun kompetensi dan kemandirian, bukan menggantikan peran tenaga medis penuh tanpa pengawasan memadai.
“Banyak laporan yang menunjukkan beban kerja tinggi, bahkan melebihi batas, serta minimnya pendampingan. Ini berisiko tidak hanya bagi dokter muda, tetapi juga bagi keselamatan pasien,” ujarnya.


















































