loading...
Laporan terbaru lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami penurunan drastis, dari rata-rata 125 hingga 140 kapal per hari menjadi hanya tujuh kapal dalam 24 jam terakhir. Foto/Dok
JAKARTA - Jalur nadi energi dunia, Selat Hormuz kini lumpuh total setelah Amerika Serikat (AS) menerapkan blokade total. Laporan terbaru dari data pelacakan kapal Kpler dan analisis satelit SynMax menunjukkan, lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami penurunan drastis, dari rata-rata 125 hingga 140 kapal per hari menjadi hanya tujuh kapal dalam 24 jam terakhir.
Militer AS dilaporkan bertindak agresif dengan mengusir paksa sedikitnya enam kapal tanker raksasa yang membawa 10,5 juta barel minyak Iran untuk kembali ke pelabuhan asalnya. Sejak perang AS-Israel versus Iran pecah pada 28 Februari 2026, Selat Hormuz berubah menjadi arena adu kekuatan.
Iran menerapkan pembatasan transit yang ketat, sementara Amerika Serikat membalas dengan blokade total terhadap semua pengiriman yang terkait dengan Iran sejak 13 April lalu. Militer AS mengonfirmasi telah mencegat dan memutar balik sedikitnya 37 kapal hingga akhir pekan lalu.
Baca Juga: Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu
"Iran menyerang dan menahan kapal yang tidak patuh, sementara AS terus menegakkan blokadenya," tulis broker kapal ternama, Clarksons dalam laporannya Senin (27/4).












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)





