Ambivalensi Eksplorasi Wuling Eksion: Menakar Logika SUV Keluarga di Era Elektrifikasi

3 hours ago 8

loading...

Wuling Eksion memulai debut perdananya di IIMS 2026 sebagai SUV keluarga yang mencoba menjembatani keraguan konsumen antara ketergantungan pada bahan bakar fosil dan efisiensi energi listrik murni. Foto: Wuling Motors

JIEXPO KEMAYORAN - Wuling Motors secara mengejutkan meluncurkan Wuling Eksion di ajang IIMS 2026 sebagai SUV keluarga pertama di Indonesia yang menggabungkan dua kutub teknologi elektrifikasi, yakni baterai murni (EV) dan Plug-in Hybrid (PHEV), dalam satu model yang sama.

Langkah ini seolah jadi jawaban kontradiktif atas kebingungan pasar; saat produsen lain dipaksa memilih satu jalur teknologi, Wuling justru menyuguhkan keduanya sebagai solusi atas "kecemasan jarak tempuh" yang masih menghantui konsumen Indonesia.

Di atas kertas, kemunculan Eksion merupakan manuver agresif Wuling setelah sepanjang 2025 "menghujani" pasar dengan berbagai model, mulai dari city car hingga MPV. Termasuk, MPV Darion yang juga mengusung strategi serupa (dan dianggap sukses).

Eksion hadir sebagai produk kedua yang mengadopsi Wuling Technology setelah Darion.
Nama yang terinspirasi dari kata action ini mengusung konsep Muscular Flowline Design—gaya desain yang berusaha tampil tegas dan gagah (maskulin), namun tetap memiliki garis aerodinamis yang halus dan modern.

Antara Logika Kota dan Realita Luar Kota

Logika pasar SUV keluarga di Indonesia menuntut fleksibilitas tinggi. Varian EV Eksion dibekali dengan Magic Battery Pro yang memiliki jarak tempuh hingga 530 kilometer.

Angka ini secara teoritis sangat mumpuni untuk mobilitas perkotaan selama satu minggu tanpa pengisian ulang.

Read Entire Article
Prestasi | | | |