Analis Ramal IHSG Suspend Lagi Pasca Goldman Sach Turunkan Rating Saham Indonesia

4 days ago 14

loading...

Pengamat memproyeksikan, tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berlanjut pada perdagangan Senin 2 Februari 2026 mendatang. Foto/Dok

JAKARTA - Pengamat Ekonomi, Mata uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) akan berlanjut pada perdagangan Senin 2 Februari 2026 mendatang. Ia beranggapan bahwa sentimen tekanan IHSG pada pekan depan bersumber dari hasil rilis Analis Goldman Sachs Group Inc, yang memangkas peringkat saham Indonesia menjadi underweight.

Keputusan ini buntut dari hasil Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menilai pasar saham Indonesia masih kurang transparan. MSCI membekukan sementara penyesuaian indeks bagi saham-saham Indonesia.

Baca Juga: Dampak Ngeri Jika Bursa RI Turun Kasta, Dana Asing Terancam Keluar Rp838 Triliun

Dalam pengumumannya, MSCI menyoroti tiga masalah utama, yakni ketidakjelasan struktur kepemilikan, rendahnya free float efektif, dan indikasi perdagangan terkoordinasi yang merusak mekanisme pasar. Kebijakan sementara ini disertai sinyal potensi penurunan kasta bursa saham Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market.

"Perdagangan saham hari Senin, kemungkinan IHSG di suspend kembali karena turunnya di 8 persen akibat Goldman Sach menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight," ujarnya melalui pernyataan tertulis, Sabtu (31/1/2026).

Read Entire Article
Prestasi | | | |