loading...
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. Foto/anadolu
WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan pada hari Senin (14/9/2026) bahwa Washington telah melakukan "pembicaraan langsung" dengan kelompok Houthi dan "memegang kendali" atas situasi tersebut. Pernyataan itu menyusul perebutan pulau strategis Mayun—yang juga dikenal sebagai Perim—di Laut Merah oleh kelompok yang didukung Iran itu.
Saat berbicara kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews sebelum bertolak ke Kansas, Vance ditanya apakah ia merasa khawatir mengenai penguasaan wilayah oleh Houthi tersebut dan bagaimana rencana AS untuk menanggapinya.
"Kami terus menjalin komunikasi dengan pihak Emirat, Arab Saudi, dan pihak-pihak lain yang terdampak di kawasan ini," ujar Vance. "Ini adalah situasi yang benar-benar ditangani dan dikendalikan oleh pemerintah Amerika Serikat."
"Kami juga telah melakukan pembicaraan langsung dengan pihak Houthi sendiri, jadi kami merasa benar-benar memegang kendali atas situasi ini," katanya.
Dia menjelaskan, "Situasinya sangat cair dan dinamis, namun kami akan terus memantaunya serta memastikan bahwa kepentingan terbaik Amerika tetap terjaga."
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi, serta serangan yang dilancarkan kelompok tersebut terhadap fasilitas energi di Arab Saudi.
Baca juga: Iran Rilis Rencana Pertahanan Pasif untuk 3 Skenario, Termasuk Perang Skala Penuh
(sya)


















































