AS Gulingkan Maduro di Venezuela, Mengapa Putin Masih Tutup Mulut?

4 weeks ago 27

loading...

Presiden Rusia Vladimir Putin masih tutup mulut atas penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS. Foto/El Media

MOSKOW - Nicolas Maduro menghujani Vladimir Putin dengan pujian selama kunjungannya ke Moskow pada parade Hari Kemenangan pada Mei 2025. Pemimpin Venezuela itu menggambarkan Rusia sebagai "kekuatan kunci umat manusia" dan kedua kepala negara menandatangani perjanjian kerja sama.

Namun pada 3 Januari 2026, Rusia hanya berdiri dan menonton ketika pasukan khusus Delta Force Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) menculik Maduro dan istrinya; Cilia Flores dari tempat tidur mereka di Caracas dan membawa mereka ke New York untuk diadili.

Lihat Video: Terungkap Alasan AS Menyerang Venezuela dan Menangkap Presiden Maduro

Sejak tumbangnya Maduro, Putin tetap tutup mulut. Suara pemerintah Rusia datang dari Kementerian Luar Negeri-nya yan menyatakan keprihatinan, menyerukan pembebasan Maduro, dan mendesak negosiasi antara AS dan Venezuela.

Menurut laporan resmi, setelah panggilan telepon pada awal Desember, Maduro menerima ucapan selamat Tahun Baru dari Putin.

Maduro adalah salah satu dari sedikit kepala negara yang mendukung Rusia ketika muluncurkan invasi skala penuh terhadap Ukraina pada Februari 2022.

Pada Desember 2018, Rusia mengirim dua pesawat pengebom strategis Tu-160 ke Venezuela untuk latihan, yang oleh para pakar ditafsirkan sebagai tanda dukungan untuk Maduro. Kedua pesawat itu mendarat di bandara Caracas—bandara yang sama yang digunakan AS untuk menerbangkan Maduro dalam keadaan diborgol.

Sistem pertahanan udara Rusia tidak mampu melindunginya, seperti yang telah ditunjukkan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Read Entire Article
Prestasi | | | |