loading...
Peluncuran Oppo A6t Series di pasar Indonesia yang mengunggulkan kapasitas baterai monster namun menyisakan catatan pada aspek resolusi layar dan teknologi jaringan. Foto: Oppo Indonesia
JAKARTA - Oppo resmi meluncurkan seri eksklusif eCommerce, Oppo A6t dan A6t Pro, di pasar Indonesia dengan harga mulai Rp1.999.000 hingga Rp 4.099.000 yang menonjolkan baterai kapasitas raksasa 7.000 mAh sebagai daya tarik utama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Strategi ini terbaca jelas sebagai upaya Oppo mengamankan ceruk pasar konsumen yang memprioritaskan "daya tahan" di atas segalanya.
Namun, di balik narasi kemewahan baterai, tersimpan kompromi spesifikasi yang cukup berisiko bagi perangkat yang dirilis di awal 2026.
Baterai Monster vs Jaringan Usang
Oppo A6t Pro hadir dengan baterai 7.000 mAh dan teknologi pengisian 45W SUPERVOOC yang diklaim mampu memberikan 1,49 jam akses YouTube hanya dengan pengisian 5 menit.
Di atas kertas, angka ini sangat impresif. Namun, penggunaan Snapdragon 685 4G Mobile Platform di tahun 2026—saat jaringan 5G sudah menjadi standar minimal perangkat di atas Rp 3 juta—terasa seperti langkah mundur.
Konsumen dipaksa memilih antara baterai yang awet atau kecepatan internet masa depan.

















































