Booming AI Selamatkan Ekonomi, Rahasia Dapur Pabrik Asia Menggeliat di Tengah Perang

4 hours ago 8

loading...

Gelombang permintaan global terhadap perangkat keras kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi juru selamat bagi industri manufaktur Asia di sepanjang Agustus 2026. Foto/Dok

JAKARTA - Gelombang permintaan global terhadap perangkat keras kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence/AI ) menjadi juru selamat bagi industri manufaktur Asia di sepanjang Agustus 2026. Survei swasta mengungkapkan, lonjakan pesanan cip dan komponen AI berhasil menjaga roda pabrik-pabrik di Asia tetap berputar kencang, menahan tekanan ketidakpastian dan pembengkakan biaya akibat perang Timur Tengah yang berkepanjangan.

Raksasa manufaktur kawasan, seperti China, Jepang, dan Korea Selatan mencatatkan ekspansi aktivitas pabrik berkat kuatnya permintaan pasar terhadap semikonduktor, komputer, dan ekosistem pendukung AI. Kekuatan tren AI supercycle terlihat paling menonjol pada kinerja ekspor Korea Selatan dan Jepang.

Indeks Manufaktur (PMI) Korea Selatan bertahan di level 52,3 untuk menandai ekspansi selama sembilan bulan berturut-turut. Kinerja ini ditopang oleh nilai ekspor yang meroket 68,7% secara tahunan (year-on-year) pada Agustus 2026, mencatatkan pertumbuhan ekspor 15 bulan tanpa henti.

Baca Juga: Ledakan AI Guncang Pasar Kerja Global, 40% Pekerjaan Manusia Terancam

Sedangkan PMI Manufaktur S&P Global Jepang naik menjadi 54,9 pada Agustus (dari 54,5 pada Juli), menyentuh level tertinggi sejak April dan membukukan ekspansi delapan bulan beruntun. Pesanan bisnis baru bahkan tumbuh pada laju tercepat sejak Januari 2018.

Read Entire Article
Prestasi | | | |